JAKARTA - Lonjakan mobilitas masyarakat setiap musim mudik Lebaran selalu menjadi tantangan besar bagi pengelola infrastruktur jalan nasional. Menyadari potensi kepadatan lalu lintas yang kembali meningkat pada Idul Fitri 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan strategi khusus dengan membuka empat ruas tol baru secara fungsional. Langkah ini diharapkan mampu memperlancar arus mudik dan balik, sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalur-jalur utama yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa kesiapan ruas tol fungsional tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran 2026. Ia menyebutkan, kehadiran ruas-ruas tol baru ini diharapkan memberikan alternatif jalur yang lebih efisien, terutama bagi pemudik yang melakukan perjalanan jarak jauh.
“Jasa Marga akan menyiapkan, ada empat ruas tol baru yang akan disiapkan untuk fungsional,” kata Rivan dalam acara Mudik Outlook 2026 Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Selasa, 27 January 2026.
Keempat ruas tol tersebut tersebar di beberapa wilayah strategis Pulau Jawa, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Masing-masing ruas memiliki peran penting dalam memotong waktu tempuh dan mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi saat puncak arus mudik maupun arus balik Lebaran.
Tol Jakarta–Cikampek II Selatan
Ruas tol pertama yang menjadi sorotan adalah Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan. Menurut Rivan, ruas ini menjadi salah satu yang paling dinantikan karena berperan besar dalam mendukung kelancaran arus balik dari arah Bandung dan sekitarnya.
“Pertama yang paling ditunggu adalah Japek II Selatan, jadi ini akan memotong dari Jakarta–Cikampek (Japek) yang sekarang ada, Japek kemudian dari Sadang akan langsung sampai dengan Setu, dan Setu menuju kembali melalui JORR 2. Tentu ini sangat membantu pada saat arus balik dari arah Bandung,” ujarnya.
Tol Japek II Selatan memiliki panjang koridor sekitar 62 kilometer. Pada periode Lebaran 2026, ruas ini direncanakan difungsionalkan sepanjang 54,75 kilometer. Ruas fungsional tersebut mencakup Paket 2A Setu–Sukaragam sepanjang 10,50 kilometer, Paket 2B Sukaragam–Bojongmangu sepanjang 13 kilometer, serta Paket 3 Bojongmangu–Sadang sepanjang 31,25 kilometer. Dengan dibukanya jalur ini, diharapkan distribusi arus kendaraan dari dan menuju Jakarta dapat lebih merata.
Tol Yogyakarta–Solo
Ruas tol kedua yang disiapkan adalah Tol Yogyakarta–Solo dengan total panjang koridor mencapai 96,57 kilometer. Saat ini, sebagian ruas tol tersebut telah beroperasi secara bertarif, yakni sepanjang 30,15 kilometer. Segmen yang sudah beroperasi meliputi Kartasura–Klaten sepanjang 22,30 kilometer dan Klaten–Prambanan sepanjang 7,85 kilometer.
Pada Lebaran 2026, Jasa Marga juga akan membuka tol fungsional pada segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 12,23 kilometer. Pembukaan segmen ini dinilai penting untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Prambanan dan sekitarnya yang kerap mengalami antrean panjang saat musim libur panjang.
“Sementara dari Solo ke Yogyakarta ini ada ruas baru, yang dulu, ingat bahwa tahun lalu kita menggunakan ruas sampai dengan Prambanan. Sekarang tidak cukup, ini Prambanan ini menuju Kalasan, atau disebut dengan Purwomartani,” ujar Rivan.
“Ini panjangnya sekitar hampir 12 kilometer, tetapi cukup memangkas pada saat keluar dari Prambanan. Biasanya trafiknya agak padat,” lanjutnya.
Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I
Ruas ketiga yang akan difungsionalkan saat mudik Lebaran 2026 adalah Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I, khususnya segmen Probolinggo–Besuki. Panjang tol yang direncanakan dibuka secara fungsional mencapai 49,68 kilometer.
Ruas tersebut terdiri atas Paket 1 Gending–Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer, Paket 2 Kraksaan–Simpang Susun Paiton sepanjang 11,20 kilometer, serta Paket 3 Simpang Susun Paiton–Besuki sepanjang 25,60 kilometer. Kehadiran ruas tol ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari wilayah Surabaya dan sekitarnya menuju Banyuwangi.
“Dan yang ketiga ini yang ditunggu, walaupun nanti ditunggunya harus juga didukung oleh persiapan ASDP, yaitu dari Probolinggo–Besuki, nah, ini 50 kilometer,” ujar Rivan.
“Karena sebelumnya ini cukup memakan waktu lama. Sehingga dari Surabaya–Pasuruan–Probolinggo langsung ke Besuki, tinggal 120 kilometer sampai dengan Ketapang nanti,” katanya.
Tol Yogyakarta–Bawen
Ruas keempat yang disiapkan Jasa Marga adalah Tol Yogyakarta–Bawen dengan panjang koridor 75,82 kilometer. Pada mudik Lebaran 2026, tol ini akan difungsionalkan pada Seksi B Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer.
Pembukaan ruas ini diharapkan mampu membantu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Bawen dan Ambarawa yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik padat kendaraan, terutama saat musim libur panjang.
“Dan mendukung juga terhadap ruas Jogja–Bawen. Itu adalah dari Bawen sampai dengan Ambarawa. Ini juga sama, Bawen–Ambarawa ini adalah daerah yang sangat padat, kemudian memangkas waktu cukup singkat,” ujar Rivan.
Dengan kesiapan empat ruas tol fungsional tersebut, Jasa Marga optimistis arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat.