JAKARTA - Harga emas perhiasan di Kota Langsa kembali mencatat kenaikan signifikan.
Berdasarkan pantauan Serambi Indonesia, emas perhiasan dengan kadar 99,5 persen naik Rp 250.000 per mayam, sehingga kini menembus angka Rp 9.500.000 per mayam. Kenaikan ini memecahkan rekor baru dalam beberapa pekan terakhir dan membuat permintaan masyarakat semakin tinggi.
Menurut Fakhrurrazi, pengelola Toko Emas Berkat Jasa Sejahtera di Pasar Langsa, kenaikan ini terjadi hanya dalam satu hari, setelah sebelumnya harga emas 99,5 persen berada di Rp 9.250.000 per mayam. “Hari ini harga emas perhiasan naik tinggi dan kembali memecahkan rekor baru,” ujar Fakhrurrazi. Ongkos pembuatan atau tempahan emas sebesar Rp 50.000 per mayam belum termasuk dalam harga tersebut.
Selain emas 99,5 persen, emas perhiasan kadar 97 persen juga mengalami kenaikan signifikan, naik Rp 200.000 dari harga sebelumnya menjadi Rp 9.250.000 per mayam, belum termasuk ongkos tempahan. Sementara itu, emas kadar 70 persen turut naik Rp 100.000, sehingga kini dibanderol Rp 2,4 juta per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.
Permintaan dan Aktivitas Pasar
Fenomena kenaikan harga emas perhiasan ini diikuti dengan lonjakan pengunjung ke toko-toko emas di Langsa. Beberapa toko mencatat transaksi meningkat hingga 30–40 persen dibandingkan pekan sebelumnya, terutama untuk emas 99,5 persen yang banyak diburu sebagai investasi sekaligus perhiasan.
“Banyak masyarakat yang memilih membeli emas hari ini karena khawatir harga akan terus naik,” ungkap Fakhrurrazi. Aktivitas ini juga dipicu oleh tren kenaikan harga emas internasional, termasuk lonjakan harga emas UBS dan Galeri24 yang sebelumnya menembus Rp 3 juta per gram.
Pengamat pasar emas lokal menilai, kenaikan harga emas perhiasan di Langsa sejalan dengan tren global dan domestik. Kenaikan harga emas dunia, pelemahan dolar AS, dan meningkatnya permintaan emas sebagai instrumen investasi aman (safe haven) menjadi faktor utama yang mendorong harga perhiasan melonjak.
Dampak Bagi Masyarakat
Kenaikan harga emas perhiasan membawa dampak ganda bagi masyarakat:
Investor Ritel dan Penabung Emas: Harga tinggi membuat nilai tabungan emas meningkat pesat, sehingga bagi mereka yang rutin menabung emas, ini menjadi keuntungan signifikan.
Pembeli Perhiasan: Bagi masyarakat yang membeli emas sebagai perhiasan, harga yang tinggi menuntut perencanaan lebih matang, terutama bagi pembelian emas untuk hadiah, pernikahan, atau investasi jangka panjang.
Toko Emas dan Pedagang Lokal: Kenaikan harga mendorong peningkatan omset penjualan, namun juga memerlukan strategi agar tetap menjaga volume transaksi.
Harga Emas Perhiasan di Langsa per 28 Januari 2026
Berikut rincian harga emas perhiasan yang berlaku hari ini:
Emas 99,5%: Rp 9.500.000 per mayam (+ Rp 250.000), ongkos pembuatan Rp 50.000
Emas 97%: Rp 9.250.000 per mayam (+ Rp 200.000), ongkos tempahan Rp 50.000
Emas 70%: Rp 2.400.000 per mayam (+ Rp 100.000), ongkos tempahan belum termasuk
Kesimpulan
Harga emas perhiasan di Langsa kembali menembus level fantastis Rp 9,5 juta per mayam, menandai tren kenaikan yang sangat signifikan. Masyarakat yang ingin membeli emas sebagai investasi atau perhiasan perlu memantau perkembangan harga harian, mengingat volatilitas yang cukup tinggi.
Fenomena ini menegaskan posisi emas, baik sebagai aset investasi maupun simbol sosial, tetap menjadi pilihan utama masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.