Stok Beras Bulog Bengkulu Utara Dipastikan Aman Sampai Lebaran 2026

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:53:30 WIB
Stok Beras Bulog Bengkulu Utara Dipastikan Aman Sampai Lebaran 2026

JAKARTA - Memasuki awal tahun 2026, Bulog Kabupaten Bengkulu Utara memastikan kondisi stok beras di gudang dalam keadaan aman. 

Kepala Gudang Bulog Bengkulu Utara, Vantho Yudistira, mengungkapkan bahwa jumlah beras yang tersimpan di gudang saat ini mencapai 1.400 ton. Angka tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat hingga tiga bulan ke depan, termasuk kebutuhan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.

"Stok di gudang kita itu ada 1.400 ton beras. Jumlah ini aman untuk 3 bulan kedepan termasuk bulan ramadhan sampai lebaran nanti," ujar Vantho. 

Pernyataan ini memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa ketersediaan pangan pokok akan tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.

Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)

Beras yang tersedia di gudang Bulog tidak hanya disimpan, tetapi juga disalurkan melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan atau SPHP. Saat ini, distribusi beras SPHP dilakukan ke delapan mitra Bulog yang tersebar di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara. 

Setiap mitra mendapatkan alokasi maksimal dua ton per minggu untuk dijual kepada masyarakat secara eceran sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

"Untuk beras SPHP masih kita salurkan. Di Bengkulu Utara ada 8 mitra Bulog. Para mitra ini harus menjual beras SPHP sesuai HET yang berlaku," jelas Vantho. Sistem ini dimaksudkan untuk menjaga harga beras tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Pemantauan dan Pengawasan Distribusi

Distribusi beras melalui program SPHP dilakukan dengan pemantauan dan pengawasan ketat. Hal ini untuk memastikan bahwa harga yang dijual sesuai dengan ketentuan dan stok beras tetap aman di pasaran. 

Penyaluran SPHP ke delapan mitra Bulog akan berlangsung hingga tanggal 31 Januari 2026. Setelah itu, distribusi selanjutnya akan menunggu petunjuk teknis terbaru dari pusat.

"Untuk penyaluran beras SPHP ini batasnya cuma sampai tanggal 31 Januari 2026. Untuk penyaluran selanjutnya kita akan tunggu juknis terbaru dari pusat," tambah Vantho. 

Langkah ini menunjukkan komitmen Bulog dalam memastikan keberlangsungan distribusi beras agar masyarakat tidak mengalami kekurangan pangan selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

Peran Strategis Bulog dalam Menjaga Ketahanan Pangan

Stabilitas stok beras yang dijamin oleh Bulog tidak hanya penting bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan nasional. Dengan jumlah stok yang memadai, risiko kelangkaan beras dapat diminimalkan, sekaligus menjaga harga agar tidak melonjak selama musim permintaan tinggi. 

Keberadaan gudang Bulog dan mekanisme SPHP memungkinkan pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan pangan secara merata dan adil.

Vantho menegaskan bahwa upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras merupakan tanggung jawab utama Bulog, terutama menjelang momen penting seperti Ramadan dan Idul Fitri. Selain itu, pengawasan distribusi SPHP menjadi kunci agar stok beras tetap aman dan tidak terjadi penyimpangan harga di pasaran.

Persiapan Menghadapi Ramadan dan Idul Fitri

Menjelang bulan Ramadan 2026, masyarakat umumnya meningkatkan konsumsi beras karena kebutuhan pangan sehari-hari meningkat. Bulog Bengkulu Utara telah mempersiapkan distribusi tambahan melalui mitra-mitra SPHP untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. 

Keberadaan 1.400 ton stok di gudang dianggap cukup untuk menutupi kebutuhan selama tiga bulan, termasuk periode puasa dan Idul Fitri.

Selain itu, monitoring harga eceran di pasaran dilakukan secara berkala untuk memastikan konsumen tidak dirugikan. Penyaluran beras SPHP melalui mitra Bulog diharapkan dapat mendorong terciptanya keseimbangan antara pasokan dan permintaan, sekaligus menstabilkan harga di tingkat konsumen.

Kepastian bagi Masyarakat dan Pedagang

Ketersediaan stok beras yang aman memberikan kepastian bagi masyarakat dan pedagang lokal. Pedagang dapat menyesuaikan stok di toko mereka tanpa takut kekurangan, sementara masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga terjangkau. 

Program SPHP yang diterapkan oleh Bulog juga membantu menjaga kestabilan harga di pasar sehingga masyarakat tidak terdampak fluktuasi harga mendadak.

"Penyaluran SPHP ke mitra Bulog ini terus kami pantau agar harga tetap sesuai HET. Hal ini penting agar masyarakat merasa aman dalam memenuhi kebutuhan berasnya," tambah Vantho. 

Komitmen ini menunjukkan bahwa Bulog berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat daerah.

Rencana Distribusi Berikutnya

Setelah 31 Januari 2026, penyaluran beras SPHP akan menunggu petunjuk teknis terbaru dari pusat. Bulog Kabupaten Bengkulu Utara siap menyesuaikan distribusi sesuai arahan pusat agar pasokan beras tetap terjaga dan harga stabil.

 Ke depan, koordinasi dengan pemerintah pusat dan mitra Bulog akan semakin diperkuat untuk memastikan keberlangsungan distribusi beras selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Bulog tidak hanya fokus pada penyimpanan stok, tetapi juga pada strategi distribusi yang tepat sasaran. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati pasokan beras yang cukup, aman, dan terjangkau.

Secara keseluruhan, Bulog Kabupaten Bengkulu Utara telah menyiapkan stok beras 1.400 ton yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan. Melalui program SPHP, pengawasan ketat, dan koordinasi dengan mitra, stabilitas pasokan dan harga beras dijamin aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. 

Strategi ini tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan pokok, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.

Terkini