Dua Pilar Timnas Indonesia Terpukul di Liga Europa Usai Malam Penuh Tekanan

Jumat, 23 Januari 2026 | 10:48:00 WIB
Dua Pilar Timnas Indonesia Terpukul di Liga Europa Usai Malam Penuh Tekanan

JAKARTA - Liga Europa 2025/2026 menyuguhkan kisah pahit bagi dua pemain Timnas Indonesia pada Jumat, 23 Januari 2025 dini hari WIB. 

Calvin Verdonk dan Dean James harus menerima kenyataan pahit setelah klub yang mereka bela gagal meraih poin. Hasil ini membuat malam Eropa terasa berat, bukan hanya bagi klub, tetapi juga bagi keduanya secara personal.

Kedua pemain tersebut tampil dalam situasi berbeda, namun berujung pada hasil serupa. Kekalahan menjadi penutup perjalanan mereka di laga pekan ini. Lille yang diperkuat Calvin Verdonk tumbang 1-2 di markas Celta Vigo, sementara Go Ahead Eagles yang menurunkan Dean James sebagai starter takluk 1-3 di kandang Nice.

Hasil ini jelas bukan skenario ideal, terutama di tengah persaingan ketat fase liga Liga Europa. Setiap poin menjadi krusial, dan kegagalan membawa pulang angka membuat posisi klub masing-masing kian tertekan.

Dean James Starter Namun Dihantui Nasib Kurang Beruntung

Dean James dipercaya tampil sejak menit awal saat Go Ahead Eagles bertandang ke markas Nice. Kepercayaan itu menunjukkan peran pentingnya di skema tim, namun jalannya laga justru menghadirkan situasi yang tidak menguntungkan bagi pemain berusia 25 tahun tersebut.

Gol pembuka Nice berawal dari momen yang tak diharapkan. Sapuan kiper Go Ahead Eagles, De Busser, tidak berjalan sempurna. Bola yang seharusnya menjauh justru membentur kaki Dean James dan mengarah ke Charles Vanhoutte, yang dengan mudah mengonversinya menjadi gol.

Situasi tersebut menjadi titik balik awal yang membuat Go Ahead Eagles berada di bawah tekanan. Meski bukan kesalahan murni James, momen itu cukup memengaruhi dinamika pertandingan dan kepercayaan diri tim tamu.

Dalam laga dengan tensi tinggi, kesalahan kecil kerap berujung mahal. Go Ahead Eagles pun harus bekerja lebih keras setelah tertinggal lebih dulu.

Tekel Keras dan Ketegangan di Tengah Laga

Tekanan pertandingan semakin terasa ketika Dean James menerima kartu kuning pada menit ke-52. Ia dinilai melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Nice, Kojo Oppong. Keputusan wasit tersebut langsung memicu reaksi keras dari para pemain kedua tim.

Keributan sempat terjadi di lapangan. Para penggawa Nice terlihat tidak menerima tekel keras yang dilakukan James, sementara pemain Go Ahead Eagles berusaha meredam situasi agar tidak berkembang lebih jauh.

Momen ini menambah beban mental dalam permainan James. Bermain dengan kartu kuning di sisa laga membuatnya harus lebih berhati-hati, terutama menghadapi serangan cepat tuan rumah.

Akhirnya, pelatih Melvin Boel memutuskan menarik James pada menit ke-79. Ia digantikan Aske Agelgaard, sebuah keputusan yang diambil untuk menjaga keseimbangan tim di fase akhir pertandingan.

Catatan Kontras dari Laga-Laga Sebelumnya

Hasil di Nice terasa kontras jika dibandingkan dengan kontribusi Dean James pada laga-laga sebelumnya. Ia sempat menjadi sorotan positif ketika memberikan dua assist saat Go Ahead Eagles menang 2-1 atas Panathinaikos di Athena.

Performa tersebut menunjukkan kapasitas James sebagai pemain yang mampu memberi dampak nyata. Namun, sepak bola kerap menghadirkan sisi lain yang tidak terduga, seperti yang terjadi pada laga melawan Nice.

Kekalahan 1-3 ini menjadi pengingat bahwa konsistensi di level Eropa menuntut fokus tinggi di setiap momen. Satu kejadian kecil bisa mengubah alur pertandingan secara drastis.

Calvin Verdonk Menunggu Kesempatan dari Bangku Cadangan

Nasib berbeda dialami Calvin Verdonk bersama Lille. Pemain berusia 27 tahun itu harus memulai laga melawan Celta Vigo dari bangku cadangan. Keputusan tersebut membuatnya menunggu lama sebelum akhirnya diberi kesempatan tampil.

Lille sendiri menghadapi situasi yang seharusnya menguntungkan. Celta Vigo harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-29 setelah Hugo Sotelo menerima kartu merah langsung. Keunggulan jumlah pemain semestinya bisa dimaksimalkan oleh tim tamu.

Namun realitas di lapangan berkata lain. Lille justru kesulitan mengendalikan permainan dan akhirnya menelan kekalahan 1-2, sebuah hasil yang terasa menyakitkan mengingat kondisi lawan.

Verdonk baru dimasukkan pada menit ke-88. Waktu yang sangat singkat membuatnya nyaris tak punya ruang untuk mengubah jalannya pertandingan.

Kekalahan yang Terasa Lebih Menyakitkan

Masuknya Calvin Verdonk di menit-menit akhir lebih bersifat situasional. Dalam durasi sesingkat itu, sulit mengharapkan perubahan signifikan, terlebih ketika ritme pertandingan sudah terbentuk.

Kekalahan ini terasa lebih pahit karena Lille gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain hampir sepanjang laga. Situasi tersebut menambah daftar pekerjaan rumah yang harus segera dievaluasi oleh tim.

Bagi Verdonk, pertandingan ini menjadi pengingat bahwa peran pemain cadangan di level Eropa sering kali bergantung pada momentum. Kesempatan bisa datang terlambat dan tidak selalu memberi ruang untuk menunjukkan kualitas.

Dampak bagi Dua Pemain Timnas Indonesia

Hasil buruk yang dialami Calvin Verdonk dan Dean James tentu membawa dampak psikologis. Keduanya merupakan bagian penting dari Timnas Indonesia, dan performa di level klub Eropa kerap menjadi sorotan.

Meski demikian, satu laga tidak serta-merta menghapus kontribusi dan potensi mereka. Pengalaman menghadapi tekanan di Liga Europa justru bisa menjadi bekal berharga ketika kembali membela Merah Putih.

Malam Jumat itu memang kelam bagi dua andalan Timnas Indonesia. Namun, di balik kekalahan, selalu ada pelajaran yang bisa diambil untuk bangkit di pertandingan berikutnya.

Terkini