JAKARTA - Piala AFF 2026 menjadi panggung penting bagi Timnas Singapura untuk mengakhiri penantian panjang mereka akan gelar juara.
Sudah 14 tahun The Lions tak lagi mengangkat trofi turnamen paling prestisius di Asia Tenggara tersebut. Dengan sejarah besar dan pengalaman panjang, Singapura datang ke edisi kali ini membawa ambisi untuk kembali diperhitungkan di tengah persaingan ketat kawasan.
Grup A Piala AFF 2026 menghadirkan dinamika yang menarik. Juara bertahan Vietnam menjadi favorit utama, sementara Timnas Indonesia juga diprediksi tampil agresif. Di sisi lain, Singapura, Kamboja, serta pemenang play-off antara Brunei atau Timor Leste siap memberi kejutan. Dalam peta persaingan ini, Singapura jelas tidak ingin sekadar menjadi pelengkap.
Grup A Penuh Tantangan dan Peluang
Keberadaan tim-tim kuat di Grup A membuat setiap pertandingan bernilai krusial. Singapura harus menghadapi lawan-lawan dengan karakter permainan berbeda. Vietnam dikenal solid dan disiplin, Indonesia agresif dengan energi muda, sementara Kamboja dan tim dari jalur play-off berpotensi tampil tanpa beban.
Bagi Singapura, situasi ini justru membuka peluang untuk membangun momentum. Dengan persiapan matang dan pendekatan taktis yang tepat, setiap poin akan sangat menentukan langkah mereka menuju fase gugur.
Rekam Jejak Panjang yang Tak Terhapus
Timnas Singapura memiliki sejarah emas di Piala AFF. Mereka tercatat sebagai peraih gelar terbanyak kedua sepanjang sejarah turnamen, hanya kalah dari Thailand. Trofi juara diraih pada edisi 1998, 2004, 2007, dan 2012, ketika turnamen masih dikenal dengan nama Piala Tiger.
Nama-nama besar seperti Indra Sahdan Daud, Noh Alam Shah, hingga Baihakki Khaizan pernah menjadi simbol kejayaan Singapura. Belum lagi deretan pemain naturalisasi legendaris yang membuat The Lions disegani di kawasan ASEAN. Warisan sejarah ini menjadi modal mental penting jelang Piala AFF 2026.
Masa Sulit dan Panjangnya Puasa Gelar
Namun, kejayaan itu perlahan memudar. Dalam 14 tahun terakhir, Singapura gagal mengulang sukses sebagai juara. Enam edisi Piala AFF berlalu tanpa trofi, menandai periode sulit bagi tim nasional mereka. Perubahan generasi dan konsistensi performa menjadi tantangan utama.
Singapura kerap tersingkir sebelum final, bahkan beberapa kali gagal melangkah jauh. Kondisi ini membuat reputasi mereka menurun, meski tetap dihormati sebagai tim dengan tradisi kuat.
Tanda Kebangkitan Mulai Terlihat
Dalam beberapa edisi terakhir, sinyal kebangkitan mulai tampak. Singapura mampu menembus semifinal pada Piala AFF 2020 dan 2024. Meski belum berujung gelar, pencapaian itu menunjukkan adanya progres yang signifikan dalam permainan dan mental bertanding.
Pada Piala AFF 2020, Singapura harus tersingkir lewat drama adu penalti dari Timnas Indonesia. Sementara pada edisi 2024, langkah mereka terhenti di semifinal oleh Vietnam. Dua kegagalan ini justru menjadi bahan evaluasi penting untuk menatap edisi 2026 dengan optimisme baru.
Ambisi yang Dinyatakan Secara Terbuka
Target Singapura di Piala AFF 2026 tidak lagi sekadar partisipasi. Kapten tim, Hariss Harun, menegaskan bahwa keberhasilan menembus semifinal di edisi sebelumnya menjadi pengingat akan pentingnya turnamen ini bagi publik Singapura. Ia menekankan keinginan tim untuk kembali tampil kompetitif dan melangkah lebih jauh.
Pernyataan tersebut mencerminkan semangat kolektif di dalam skuad. Para pemain ingin membayar kepercayaan suporter dengan performa maksimal, sekaligus membuktikan bahwa Singapura belum habis di kancah sepak bola Asia Tenggara.
Modal Positif Menuju Masa Depan
Selain Piala AFF, Singapura juga menatap ajang yang lebih besar, yakni Piala Asia 2027. Keberhasilan lolos ke putaran final setelah absen selama 41 tahun menjadi tonggak penting perkembangan tim. Singapura menjuarai Grup C kualifikasi dengan koleksi 11 poin, sebuah prestasi bersejarah.
Capaian itu menunjukkan bahwa Singapura sedang berada di jalur yang tepat. Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan generasi muda yang berkembang, Piala AFF 2026 menjadi kesempatan ideal untuk membangun kepercayaan diri sebelum tampil di level Asia.
Menanti Piala AFF 2026, Timnas Singapura membawa beban sejarah sekaligus harapan baru. Puasa gelar selama 14 tahun menjadi motivasi tambahan untuk kembali ke puncak. Di tengah persaingan sengit Grup A, The Lions siap menantang, berjuang, dan membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan di Asia Tenggara.