Puasa Ramadan Sekaligus Diet Sehat, Ini 7 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Tersiksa

Jumat, 23 Januari 2026 | 08:46:37 WIB
Puasa Ramadan Sekaligus Diet Sehat, Ini 7 Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Tersiksa

JAKARTA - Bulan Ramadan kerap dipandang sebagai momen spiritual yang sarat ibadah, namun di balik itu tersimpan peluang besar untuk memperbaiki pola hidup. Perubahan jam makan dan kebiasaan harian selama puasa bisa menjadi awal yang baik untuk mengatur ulang kesehatan tubuh.

Bagi banyak umat muslim, Ramadan adalah bulan yang paling dinanti sepanjang tahun. Di bulan inilah pahala dan keberkahan dijanjikan berlipat, sekaligus menjadi waktu refleksi diri secara fisik maupun mental.

Puasa Ramadan dijalani selama kurang lebih 30 hari penuh. Selama waktu tersebut, umat muslim menahan lapar, haus, emosi, dan berbagai hawa nafsu dari terbit matahari hingga terbenamnya.

Ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai bentuk ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Puasa juga sering dianggap sebagai proses reset tubuh yang terjadi satu kali dalam setahun.

Selama Ramadan, tubuh menjalani rutinitas yang sangat berbeda dibandingkan 11 bulan lainnya. Pola makan, jam tidur, hingga aktivitas harian berubah secara signifikan.

Perubahan inilah yang membuat puasa sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan. Salah satunya adalah potensi menurunkan berat badan bila dijalani dengan pola makan yang tepat.

Bagi sebagian orang yang sedang menjalani program diet, konsep puasa bukanlah hal asing. Ada beragam jenis puasa yang dilakukan demi tujuan kesehatan maupun penurunan berat badan.

Karena itu, menjalani puasa Ramadan sambil diet sering kali dianggap sebagai kesempatan emas. Dengan pengaturan yang benar, dua tujuan tersebut dapat berjalan beriringan.

Namun, diet saat puasa tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pola makan yang keliru justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan.

Agar puasa tetap optimal dan berat badan bisa terkontrol, diperlukan strategi yang tepat. Berikut ini tujuh tips diet saat puasa Ramadan yang dapat diterapkan.

Sahur dan Pola Awal Puasa yang Menentukan

Tips diet pertama yang sangat penting adalah memastikan tidak melewatkan sahur. Makanan saat sahur menjadi sumber energi utama tubuh selama berpuasa seharian.

Sahur membantu tubuh bertahan dari rasa lapar dan lemas hingga waktu berbuka. Tanpa sahur, tubuh cenderung kehilangan stamina lebih cepat.

Menu sahur sebaiknya terdiri dari makanan bergizi dan seimbang. Asupan yang tepat membantu menjaga fokus dan produktivitas sepanjang hari.

Dengan sahur yang cukup, kamu tidak mudah tergoda untuk makan berlebihan saat berbuka. Energi yang stabil juga membantu mengontrol nafsu makan.

Mengontrol Asupan Lemak dan Gula

Tips diet kedua adalah mengurangi konsumsi gorengan dan makanan berminyak. Jenis makanan ini memang sangat populer, terutama saat berbuka puasa.

Bagi masyarakat Indonesia, gorengan sering menjadi menu andalan di meja berbuka. Namun konsumsi berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan.

Makanan berminyak cenderung tinggi kalori dan lemak jenuh. Jika dikonsumsi terlalu sering, risikonya mencakup penyakit jantung dan diabetes.

Tips ketiga adalah menghindari konsumsi makanan manis secara berlebihan. Hidangan manis seperti es dan dessert memang menggoda setelah seharian berpuasa.

Mengonsumsi gula saat berbuka sebenarnya tidak dilarang. Namun, porsinya perlu dijaga agar tidak memicu lonjakan gula darah.

Asupan gula berlebih dapat menggagalkan tujuan diet. Hal ini berlawanan dengan niat menurunkan berat badan selama Ramadan.

Memilih Makanan yang Mengenyangkan Lebih Lama

Tips diet keempat adalah mengonsumsi makanan tinggi protein dan serat. Jenis makanan ini sangat dianjurkan terutama saat sahur.

Protein dan serat membantu memperpanjang rasa kenyang. Dengan begitu, tubuh tidak mudah merasa lapar sebelum waktu berbuka.

Makanan tinggi protein dan serat juga membantu menjaga massa otot. Hal ini penting agar penurunan berat badan tetap sehat.

Beberapa pilihan makanan yang direkomendasikan antara lain dada ayam dan ikan. Salmon, tuna, dan sarden juga menjadi pilihan yang baik.

Putih telur, sayur-mayur, serta berbagai buah juga sangat dianjurkan. Kombinasi ini membantu mencukupi kebutuhan nutrisi harian.

Mengonsumsi makanan tersebut saat berbuka juga membantu mengontrol porsi makan. Rasa kenyang datang lebih cepat sehingga terhindar dari makan berlebihan.

Tips diet kelima adalah mengurangi konsumsi makanan olahan. Makanan olahan biasanya tidak alami dan melalui banyak proses tambahan.

Contohnya adalah mi instan, frozen food, minuman bersoda, dan sosis. Produk-produk ini umumnya tinggi gula, garam, dan lemak.

Meskipun tidak sepenuhnya dilarang, makanan olahan sebaiknya dibatasi. Konsumsi berlebihan dapat menghambat penurunan berat badan.

Sebagai gantinya, pilih makanan alami yang minim proses. Daging segar, telur, dan sayuran merupakan pilihan yang lebih baik.

Mengatur Pola Makan dan Aktivitas Harian

Tips diet keenam adalah makan dengan porsi kecil dan dilakukan secara perlahan. Kebiasaan ini penting saat sahur maupun berbuka.

Makan terlalu cepat membuat tubuh terlambat merespons rasa kenyang. Akibatnya, porsi makan cenderung berlebihan.

Dengan mengunyah perlahan, sinyal kenyang lebih cepat diterima otak. Hal ini membantu mengontrol jumlah makanan yang masuk.

Saat berbuka, banyak orang tergoda makan dalam jumlah besar. Padahal, kebiasaan ini justru membuat tubuh tidak nyaman.

Tips diet ketujuh adalah tetap aktif bergerak selama Ramadan. Berpuasa bukan berarti menghentikan seluruh aktivitas fisik.

Aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau peregangan tetap bisa dilakukan. Hal ini membantu membakar kalori dan menjaga kebugaran.

Olahraga ringan juga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap aktif. Pilih jenis aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Pastikan tidak memaksakan diri saat berolahraga. Dengarkan sinyal tubuh agar puasa tetap berjalan dengan aman.

Ketujuh tips di atas dapat menjadi panduan menjalani puasa Ramadan sekaligus diet sehat. Dengan konsistensi, hasilnya bisa dirasakan secara bertahap.

Menjalani puasa dengan pola makan seimbang membantu tubuh tetap bugar. Berat badan pun bisa lebih terkontrol tanpa harus tersiksa.

Jika dilakukan dengan benar, Ramadan bisa menjadi titik awal gaya hidup yang lebih sehat. Saat Lebaran tiba, rasa percaya diri pun meningkat.

Terkini