Resep Pia Kacang Hijau Lezat untuk Takjil Berbuka Puasa Anti Mainstream

Selasa, 20 Januari 2026 | 09:58:21 WIB
Resep Pia Kacang Hijau Lezat untuk Takjil Berbuka Puasa Anti Mainstream

JAKARTA - Berbuka puasa sering menjadi momen yang dinanti setelah seharian menahan lapar dan dahaga. 

Banyak orang memilih camilan manis sebagai menu pembuka karena mampu mengembalikan energi dengan cepat. Salah satu pilihan yang menarik dan tidak biasa adalah pia kacang hijau.

Pia kacang hijau dikenal memiliki cita rasa manis lembut dengan tekstur kulit yang renyah berlapis. Camilan ini cukup populer di Indonesia, terutama saat bulan Ramadan, karena cocok dijadikan teman berbuka yang mengenyangkan namun tidak berlebihan.

Keunggulan pia kacang hijau terletak pada bahan dasarnya. Penggunaan kacang hijau memberikan nilai gizi lebih dibandingkan camilan berbahan tepung terigu semata. Kandungan protein dan serat di dalamnya membantu tubuh kembali bertenaga setelah berpuasa.

Selain rasanya yang lezat, pia kacang hijau juga bisa dibuat sendiri di rumah. Proses pembuatannya relatif sederhana dan dapat menjadi aktivitas menyenangkan bersama keluarga menjelang waktu berbuka puasa.

Tepung Kacang Hijau sebagai Bahan Camilan Alternatif

Tepung kacang hijau berasal dari kacang hijau kering yang digiling hingga halus. Bahan ini sering digunakan sebagai alternatif tepung terigu karena memiliki karakter rasa yang khas dan kandungan nutrisi yang lebih beragam.

Dalam pembuatan pia, tepung kacang hijau biasanya dimanfaatkan sebagai bahan isian. Hasilnya adalah isian yang lembut, manis, dan memiliki aroma yang menggugah selera ketika dipanggang.

Pia kacang hijau menawarkan sensasi berbeda dibandingkan pia biasa. Perpaduan kulit renyah dan isian lembut membuat camilan ini disukai berbagai kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Sebagai takjil, pia kacang hijau terasa pas karena tidak terlalu berat, namun cukup mengenyangkan. Kandungan gizinya juga mendukung kebutuhan tubuh selama menjalani ibadah puasa.

Bahan Isian dan Kulit Pia yang Perlu Disiapkan

Untuk menghasilkan pia kacang hijau dengan rasa dan tekstur yang maksimal, pemilihan bahan menjadi hal yang penting. Takaran yang tepat akan memengaruhi kelembutan isian dan kerapuhan kulit pia.

Bahan isian terdiri dari kacang hijau kupas sebanyak 250 gram yang telah direndam dan dikukus. Ditambahkan gula pasir, garam, santan kental, air daun pandan, serta vanili bubuk untuk memperkaya rasa.

Sementara itu, bahan kulit menggunakan tepung terigu protein sedang, telur ayam, margarin, dan air hangat. Kombinasi ini bertujuan menciptakan kulit pia yang berlapis dan tidak mudah keras.

Dengan bahan-bahan tersebut, pia kacang hijau dapat diolah menjadi camilan rumahan yang rasanya tidak kalah dengan produk toko oleh-oleh. Kuncinya terletak pada ketelitian saat mencampur dan mengolah adonan.

Tahapan Membuat Pia Kacang Hijau di Rumah

Langkah pertama adalah membuat isian kacang hijau. Semua bahan isian, kecuali daun pandan, dihaluskan hingga lembut lalu dimasak sampai adonan mengental dan tidak berair. Setelah dingin, isian dibentuk bulat kecil.

Tahap berikutnya adalah pembuatan kulit pia. Adonan dibagi menjadi dua jenis, yaitu adonan A dan adonan B, yang masing-masing diuleni hingga kalis. Setelah itu, adonan diistirahatkan agar mudah dibentuk.

Proses pelapisan dilakukan dengan cara membungkus adonan B menggunakan adonan A, lalu digilas dan dilipat beberapa kali. Teknik ini bertujuan menciptakan lapisan kulit pia yang khas dan renyah saat dipanggang.

Setelah kulit siap, isian kacang hijau dimasukkan ke dalam adonan, lalu dibulatkan dan dipipihkan. Pia kemudian diolesi kuning telur dan dipanggang hingga matang dengan suhu yang telah ditentukan.

Kunci Pia Kacang Hijau Tetap Lembut dan Tidak Keras

Kelembutan pia kacang hijau sangat dipengaruhi oleh keseimbangan bahan pada adonan kulit. Penggunaan margarin dalam takaran yang tepat membantu menjaga tekstur agar tidak kering setelah dipanggang.

Selain itu, teknik pengulenan juga memegang peranan penting. Adonan yang diuleni hingga kalis akan lebih elastis dan mudah dibentuk, sehingga lapisan kulit pia tidak mudah pecah.

Waktu istirahat adonan juga tidak boleh diabaikan. Proses ini membantu adonan menjadi lebih lentur dan menghasilkan kulit pia yang berlapis sempurna ketika dipanggang.

Isian kacang hijau yang dihaluskan dengan baik dan dimasak hingga kalis juga berkontribusi pada hasil akhir. Isian yang terlalu basah dapat memengaruhi tekstur kulit pia.

Alasan Pia Kacang Hijau Cocok untuk Menu Berbuka Puasa

Sebagai takjil, pia kacang hijau menawarkan rasa manis yang pas untuk mengembalikan energi setelah berpuasa. Kandungan karbohidrat dan gula membantu tubuh kembali segar sebelum menyantap makanan utama.

Kacang hijau juga mengandung serat dan protein yang cukup tinggi. Nutrisi ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mendukung pencernaan agar tetap lancar selama bulan puasa.

Indeks glikemik kacang hijau yang relatif rendah membuat camilan ini tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Hal ini penting bagi mereka yang ingin menjaga kestabilan energi.

Dengan kombinasi rasa, tekstur, dan manfaat gizi, pia kacang hijau menjadi pilihan takjil yang tidak hanya enak, tetapi juga lebih seimbang untuk dikonsumsi saat berbuka.

Tips Penyimpanan Pia agar Tetap Awet

Agar pia kacang hijau tetap enak dan tidak cepat basi, penyimpanan harus diperhatikan. Pia dapat disimpan pada suhu ruang selama beberapa hari asalkan terhindar dari sinar matahari langsung.

Penggunaan wadah kedap udara sangat disarankan untuk menjaga tekstur kulit tetap renyah. Pastikan wadah dalam kondisi kering sebelum digunakan.

Hindari menyimpan pia di tempat lembap karena dapat memengaruhi kualitasnya. Jika ingin masa simpan lebih lama, pia dapat disimpan di dalam kulkas atau freezer sesuai kebutuhan.

Dengan penyimpanan yang tepat, pia kacang hijau buatan rumah dapat dinikmati sebagai camilan berbuka puasa kapan saja tanpa mengurangi cita rasanya.

Terkini