OJK: Indonesia Siap Hadapi Tarif Impor AS, Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Rabu, 09 April 2025 | 14:29:17 WIB
Foto: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menyatakan bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang solid untuk menghadapi kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Tarif impor sebesar 32% yang dikenakan pada produk Indonesia dinilai tidak akan menggoyahkan perekonomian domestik.

“Indonesia sangat siap menghadapi tarif resiprokal dari AS. Presiden Prabowo Subianto juga telah membahas langkah negosiasi dengan AS untuk menciptakan kebijakan yang saling menguntungkan,” ujar Mahendra kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). Ia optimistis Indonesia dapat merespons dengan cepat dan tepat atas dinamika ini.

Mahendra menyoroti kekuatan ekonomi Indonesia, seperti neraca perdagangan yang surplus dan pertumbuhan yang stabil. Ia juga menekankan daya tawar tinggi Indonesia dalam ekosistem investasi global, sekaligus peluang memperluas pasar ekspor dengan tetap menjaga regulasi anti-dumping untuk melindungi pasar dalam negeri. “Kondisi kita sangat kuat dan solid. Respons ini juga menjadi pesan jelas bagi pelaku perdagangan dan pemegang saham di BEI,” tambahnya.

Terkait dampak pada sektor perbankan, Mahendra menilai tarif tinggi AS tidak akan langsung memengaruhi risiko kredit. “Terlalu dini untuk melihat dampak nyata. Selama mitigasi risiko diterapkan dengan baik, pelaku pasar tidak perlu khawatir,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa efek kebijakan ini perlu dipantau dalam beberapa waktu ke depan, namun secara keseluruhan tidak terlihat ancaman signifikan.

Dengan fundamental yang kokoh dan strategi yang adaptif, Mahendra yakin Indonesia mampu menghadapi tekanan perang dagang tanpa gejolak berlebihan di pasar keuangan domestik.

(kkz/kkz)

Terkini